Masih adakah

Sembari menyantap makan malamku yang kurang sedap kelihatannya aku terpana di depan tv menghabiskan jam istirahatku yang belum kupakai. Saat itu ditayangkan tentang kisah sepasang suami  istri suatu instansi tinggi dinegara ini yang sa sangat rukun sekali rumah tangganya. Langsung saja pikiranku melayang jauh pada cita”ku selama ini, rasa putus asa yang selama ini hinggap di pikiranku terasa sirna, kerinduanku untuk mewujudkan mimpi itu kembali datang, betapa bahagianya aku jika bisa bersama dengan mereka, betapa bahagianya aku jika aku bisa meraih yang aku cita”kan, meskipun untuk saat ini impian itu belum bisa aku wujudkan tapi hatiku tetap tidak lepas dari impianku itu. Yah, memang selama ini aku belum pernah menaruh harapanku begitu besar pada satu impian, ini yang pertama kalinya tapi sungguh sangat sulit aku dapatkan.

Kata orang pinter nih untuk menaklukkan sebuah gunung himalaya, harus diawali dengan mimpi, menemukan visi, memperbanyak skil, dan melangkahkan kaki arah tujuan kita.

Seorang teman

Seorang teman berpamitan lagi hari ini, yah dia diterima ketempat yang lebih baik, padahal aku berharap akulah  yang akan berpamitan terlebih dahulu, aduh sedihnya ternyata terbalik ya. mimpi-mimpi emang ngak sesuai dengan kenyataannya. Sejujurnya aku ngak begitu suka dengan sikapnya selama ini, nyebelin, tapi caranya berpamitan membuatku terharu, yah lupakanlah yang lalu, semoga tempatnya yang baru akan membuatnya berubah kearah yang lebih baik, aku belum bisa memberikan perubahan apa-apa, tapi bertemu dengannya memberikan aku pelajaran bahwa iman itu memang harus dinyatakan bukan dibibir saja, dan cara mengisinya adalah dengan memberikannya pada orang lain dan bukan memendamnya seperti hal itu adalah mutiara yang  perlu untuk disembunyikan

Kecewa

Akhirnya jawaban doaku sudah dijawab, dan jawabnya tidak, aku tidak bisa bilang jawabannya “tunggu” karena aku berniat untuk menyudahi mimpi itu. Putus asa ? jelas, seandainya ada jalan lain yang dapat kupilih, saat ini belum jelas, sama sekali tidak jelas. Seandainya aku bisa berteriak dan menangis sekeras kerasnya akan kulakukan, tapi kondisinya tdiak memungkinkan, ngak mungkin dong nangis dikantor, dirumah juga banyak orang. Mau cerita sama orang juga siapa yang mau dengarin, huh payah nih.

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, setelah ngak lulus dirotasi pula kebagian lain, aduh sakitnya hati ini, ngak terucap, ntah siapa yang mengusulkan rotasi, apa mau bilang main undi lagi, waduh beruntung sekali namaku selalu keluar kalo ada undian yang ngak menyenangkan, kalo undian berhadiah sih lumayan, mau bohong kok klasik gitu caranya. Nerima ato ngak toh semua harus dijalani, ya semua harus berjalan dengan seharusnya, tanpa protes. 

Mungkin ini adalah masa-masa dimana aku sudah tidak tahu lagi mau melakukan apa, dimana semua orang sudah bergerak maju dan aku tetap diam ditempat tidak bisa melakukan apa-apa. Hidup adalah pilihan tapi nyatanya aku sama sekali tidak punya pilihan apa-apa. Sanggupkah aku ?

Hampir saja

Hampir saja terlambat, sori pak aku marah soalnya aku emang ngak suka bertele”, semuanya sudah disetting dikepala, untung saja jam ini kuputar lebih cepat 20 menit jadinya ngak perlu terlambat lagi,. Aku tahu bapak ngak suka dengan pekerjaanku, karena jam kerja yang ngak wajar, tapi tolong mengertilah bahwa hanya ini yang bisa aku kerjakan saat ini. Aku sudah berusaha mencari yang lain, dan aku pun tidak suka berlama” disini. Dan bila saat itu tiba maka tak terkira pujian syukur yang akan kunaikkan.

Menunggu

Menunggu adalah hal yang sangat menjenuhkan. Apalagi menunggu sebuah jawaban. Mungkin menunggu tidak berat jika kita tidak mengharapkan sesuatu, bukan menunggu namanya kalau ngak punya tujuan. Kalau disuruh memilih harus menunggu atau mendapatkan jawaban tapi tidak sesuai dengan hati, keinginan mana yang akan kamu pilih ?
Aku bukan bosan menunggu tapi aku takut jika pada akhirnya jawabannya adalah tidak. Rasanya untuk jatuh untuk kedua kalinya sangat menyedihkan, dan hanya orang bodoh yang melakukannya. Apa aku juga termasuk orang bodoh itu ? aku harap tidak. Sejujurnya aku tidak mengandalkan apapun selain Tuhan, dari segi apapun rasanya aku tidak dapat melakukan apa” lagi, aku cuma bisa pasrah, perasaan yang selalu aku rasakan saat terjadi perubahan” dalam hidupku. Saat ini aku belum bisa bicara apa”, waktu yang akan membuktikan, dan aku percaya kalau kali inipun aku tidak akan dipermalukan lagi

Terpujilah Tuhan

Terpujilah Tuhan, terutama untuk segala yang bisa aku nikmati dan lakukan disepanjang hidupku. Disaat aku tidak menemukan jalan keluar, Dia selalu menuntunku kejalan yang benar. Disaat sesuatu mustahil untuk kulakukan, Dia menyediakan keajaiban didalam hidupku. Dan disaaat aku berdoa, aku tahu Dia selalu mendengarkan aku, asalkan aku percaya padaNya. Tiada yang mustahil bagiNya.

Diam

Diam adalah emas, maksudnya bukan agar kita diam selamanya, lebih tepatnya diam untuk sementara dan berbicara tepat pada waktunya. Banyak orang yang tidak bisa menerima omongan orang lain bila suasana hati tidak menyenangkan alias ”bad mood”. Menunjukkan kesalahan orang lain terkadang menyenangkan tetapi, bagi diri sendiri tentunya. Tapi kalau diam saja melihat orang lain berbuat yang salah, kan ngak betul namanya. Tapi apa mau dikata, diam adalah pilihan yang tepat, sampai suatu kebenaran terbukti. Bagaimanapun juga kebenaran itu akan muncul cepat ataupun lambat

Pagi

Pagi semua, pagi” dah ngeblog nich. Sengaja sich habis ngak ada yang bisa dikerjain pagi” kayak gini. Sebenernya bangun pagi karena kebagian masuk pagi sih, jadinya terpaksa bangun lebih…. pagi lagi. Paling ngak bisa tenang ngak telat sampai di kantor. Ayo semangat……….!!!! Masih banyak yang harus dikerjakan :)

Hantu Minyak Lampu

“Hantu minyak Lampu. Dimana kau sembunyikan minyak lampu, Payah aku mencarinya kemana-mana. Tidak taukah engkau, aku sampai harus bercucuran keringat untuk mendapatkanmu.”

Yah begitulah kira” tulisan yang ada di belakang sebuah becak dayung didekat kantorku.  Sungguh tidak kusangka dapat membaca sebuah ungkapan hati seorang penarik becak. Kemungkinan si abang becak juga kesulitan mendapatkan jatah minyak tanah. Walaupun pemerintah menggalakkan konversi minyak ke gas nampaknya ketergantungan pada minyak tanah juga masih tinggi.

 Ya para penimbun minyak memang pantas disebut hantu minyak lampu. Minyak lampu/tanah memang langka dikotaku, untuk mendapatkannya harus antri berjam” dahulu. Sebenarnya minyak lampu tidak akan kurang kalau hanya dikonsumsi untuk industri rumah tangga, yang berat adalah jika juga dipakai untuk mengisi mobil” trailer, terutama mobil” borongan sebagai campuran bensin. Biasanya para pemborong suka melakukan hal tersebut. Katanya supaya menghemat biaya perjalanan sehingga mereka dapat untung lebih besar, meskipun pada akhirnya dapat merusak mesin. Seandainya saja setiap orang tidak mencari untung dang kepentingan dirinya sendiri, ya seandainya saja….

aku capek

Dari rumah tadi aku dah semangat masuk kantor, bukan karena aku terlalu cinta dengan kantor ini tapi aku sudah rindu bertemu dengan hasellt, tempat aku menceritakan semua keluh kesahku selain buku kecilku tentunya. Tapi sampai aku bertemu dengan hasellt aku tidak bisa menceritakan apa”, padahal sebelumnya sudah aku angan”kan. Aku juga tidak tahu kenapa tapi memang perasaanku tidak nyaman, entah karena  kecapekan atau memang lagi badmood. Beberapa minggu ini aku memang tidak konsentrasi, banyak sekali yang aku pikirkan terutama untuk masa depanku yang belum jelas. Entahlah aku perlu waktu untuk sendiri saat ini, rasanya banyak bicara juga tidak membantu, mungkin dengan menuliskan perasaanku saat ini akan mengurangi beban pikiranku, huffffffffff :(

Halaman Berikutnya »